Saturday, September 9, 2017

Coris cuvieri

Labridae
African Coris
Coris cuvieri
Panjang maksimum : 38cm
Persebaran : Direkam dari Pulau Weh; dengan distribusi Indonesia dari Jawa ke Sumatera Barat. Dikenal dari Pulau Weh dan Nusa Penida.
Bahaya terhadap manusia : Tidak berbahaya
Penggunaan komersil : Perikanan (komersil)
Status konservasi : Least Concern (LC)

Hidup di terumbu datar terbuka, lagun dan terumbu menuju ke arah laut pada daerah campuran pasir, karang dan bebatuan. Ikan muda hidup di kolam terkena arus yang kecil, terumbu datar dengan batu-batu berganggang. Biasa hidup soliter. Memangsa terutama pada mangsa bercangkang keras, termasuk krustasea, moluska dan bulu babi. Membalikan batu untuk mencari mangsa yang bersembunyi dibawahnya.


Ikan jantan hijau gelap hingga kemerahan-coklat dengan sepasang garis bergelombang berwarna magenta atau oranye-merah pada sisi kepalanya, seringkali dengan garis putih pucat di belakang sirip dadanya. Ikan betina memiliki kepala yang lebih pucat dibandingkan seluruh tubuhnya dan tubuhnya diselimuti bintik-bintik biru kecil. Ikan muda tampak sangat berbeda, tubuh merah dengan tiga garis putih berbentuk polana sepanjang punggungnya dan sirip ekor putih.

Foto 1 : Seekor ikan muda sedang mencari makanan (Photo courtesy jorge assunção)
Foto 2 : Foto dekat seekor ikan muda (Photo courtesy Plongez-Pépère)
Foto 3 : Seekor ikan jantan dewassa (Photo courtesy danielguip)

No comments:

Post a Comment